Home LAINNYAOn Off Ahli Psikologi: 3 Kebutuhan Anak yang Orang Tua Gagal Sediakan

Ahli Psikologi: 3 Kebutuhan Anak yang Orang Tua Gagal Sediakan

by Idnews
0 comment


Pikirkan apa yang Anda kuasai, seperti memasak atau cara memarkir kendaraan di tempat sempit. Kompetensi itu baik untuk menumbuhkan perasaan Anda mencapai kesuksesan hidup.

Sayangnya, perasaan akan kemajuan sudah memudar pada anak-anak saat ini, karena anak –anak sering diberi pesan bahwa mereka tidak kompeten terhadap apa yang mereka lakukan. 

Tes standard, misalnya merupakan kontribusi besar untuk masalah ini, Karena tidak memperhitungkan fakta bahwa setiap anak mempunyai tingkat kemampuan yang berbeda.

Jika seorang anak tidak berhasil dengan baik di sekolah dan tidak mendapat dukungan individual yang diperlukan, mereka mulai percaya bahwa mereka tidak berkompeten dan akan berhenti berusaha. Dengan tidak adanya kompetensi di sekolah, anak anak beralih ke tempat yang tidak sehat untuk tumbuh dan berkembang.

Perusahaan pembuat game, aplikasi, dan gangguan potensial lainnya dengan senang hati menjual solusi siap pakai untuk kekurangan “nutrisi psikologis” anak-anak.  Karena perusahaan tahu banyak konsumen yang merasa pencapaiannya menyenangkan apabila naik level, mendapat banyak followers ataupun like.

Yang dapat dilakukan orang tua adalah mencari kemudahan pada kegiatan akademik atau atletik yang terstruktur, serta mencari harapan dan tekanan di sekitra mereka. Berdiskusi dengan anak tentang apa yang mereka sukai dan dukung untuk mengejarnya agar anak –anak dapat mencapai tingkat kompetensinya.

3.  Keterkaitan

Seperti orang dewasa, anak-anak ingin dianggap penting bagi orang disekitarnya. Untuk dapat mememnuhi kebutuhan dan keterampilan social ini peluang anak untuk berinteraksi dengan orang lain berpengaruh. 

Namun, zaman sekarang kebebasan untuk anak-anak berinteraksi atau bermain di luar dengan orang lain dibatasi. Banyak anak yang dibesarkan tidak boleh bermain di luar karena alasan tertentu, seperti adanya predator anak, lalu lintas, dan pengganggu, menurut sebuah survey terhadap orang tua dalam artikel Atlantic.

“Selama lebih dari 50 tahun, waktu bermain anak-anak telah terus menurun, dan itu membuat mereka tidak berubah menjadi orang dewasa yang percaya diri,” ungkap penulis artikel.  

Spiral ke bawah ini membuat banyak anak tidak punya pilihan lain. Selain tetap di dalam rumah, menghadiri program terstruktur, atau mengandalkan teknologi untuk terhubung dengan orang lain.

Yang dapat dilakukan orangtua adalah memberi anak-anak waktu untuk berinteraksi secara langsung dengan anak –anak seusia mereka karena hal ini dapat membantu mereka menemukan apa yang tidak ada di media sosial atau online.

 

Reporter : Tiara Sekarini

 



Sumber

You may also like

Leave a Comment