Home LAINNYARegional Drama Mbah Tun dan Sawahnya, Si Miskin vs Mafia Tanah

Drama Mbah Tun dan Sawahnya, Si Miskin vs Mafia Tanah

by Idnews
0 comment


Mbah Tun yang tidak merasa menjual sawah ataupun meminjam uang dengan agunan sertifikat sawah menjadi resah ketika tiba tiba muncul surat pemberitahuan lelang dengan objek sawah warisan orang tuanya.

“Kula kaget, langsung kados tiyang lumpuh atine mak pyar pyar. Kula boten nampi artane, boten nyade, boten ngampil arta ngangge sertifikat niku kok sanjange sawahe ajeng disita (Saya kaget, langsung merasa lumpuh. Hati saya bergetar pyar pyar. Saya tidak menerima uangnya. Tidak menjua, tidak meminjam uang dengan agunan sertifikat kok ada kabar sawah saya mau disita),” kata mbah Tun dengan suara bergetar.

Setelah peristiwa itu, Sumiyatun didampingi relawan hukum terus berupaya mencari keadilan bagi nasibnya. Sidang demi sidang dari Pengadilan Negeri Demak hingga Mahkamah Agung dilaluinya dengan patuh meski suami sedang sakit keras hingga akhirnya meninggal dunia.

Mbah Tun berharap keadilan akan berpihak kepadanya. Tubuh kurusnya menahan beban dan terlihat tetap tegak. Ia menyetia dengan perjuangannya, mendapatkan kembali sawahnya.

Jika sawah tersebut tetap disita, ia bingung tak lagi punya pegangan untuk mencari nafkah bagi dirinya di usia senja. Mbah Tun menyesal kenapa ia buta huruf sehingga mudah ditipu orang yang mengambil keuntungan dari kekurangannya.

Misbakhul Munir, kuasa hukum Sumiyatun, menyatakan bahwa di Mahkamah Agung gugatan dimenangkan oleh kliennya, ia merasa aneh karena ada pihak yang mengajukan permohonan sita sawah milik Sumiyatun kepada Pengadilan Negeri Demak.

“Putusan MA jelas memenangkan Mbah Tun. Ketika ada pihak yang berupaya mementahkan keputusan hukum ini, jelas harus ada tindakan. Inilah potret keadilan agraria saat ini,” katanya.

(Kusfitria Marstyasih/PWN)

Simak video pilihan berikut:



Sumber

You may also like

Leave a Comment